Archive
December, 2005
Browsing all articles from December, 2005
Comments Off

Falsafah Cinta…..

Falsafah Cinta…

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang hanya ingin bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintainya, menyebutnya takdir.

Allah mengetahui yang terbaik, akan memberi ujian untuk menguji kita,
Kadang cinta melukai hati, supaya hikmahnya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya,
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus
percaya bahwa Ia mengambil sesuatu, Ia akan memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu ?

Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa,
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono,
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai,
kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius

Perlu kau ketahui bahwa :
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam waktu sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam kehidupan memerlukan waktu yang lama,
Dan penantian tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal ?

iman, keberanian, pengharapan.

Penantian menjanjikan satu hal yang tak dapat dibayangkan oleh seorang pun.
Pada akhirnya, Allah dengan segala hikmatnya,
Meminta kita menunggu karena alasan yang penting

Comments Off

Hati-hati

Perilaku "Abusive" dalam pacaran

Kompas, 19 April 2001

APAKAH
pacarmu cemburuan, selalu mendikte apa yang mesti kamu lakukan dan
katakan sampai-sampai mengatur bagaimana kamu seharusnya berpakaian,
dengan siapa kamu mesti berteman? Sadarkah kamu bahwa dengan
diperlakukan seperti itu kamu sudah menjadi korban perilaku abusive
dari pacarmu? Atau, kalau kamu yang memperlakukan pacarmu begitu,
sadarkah kamu bahwa itu berarti kamulah yang abusive? Kadang-kadang
kita tidak sadar telah berperilaku abusive terhadap pasangan kita. Atau
sebaliknya, cinta membutakan mata kita sehingga tidak sadar bahwa kita
telah diperlakukan semena-mena oleh sang pacar.

Perilaku abusive harus dibedakan dari perilaku asertif yang Pernah kita
bahas beberapa minggu yang lalu. Bila perilaku asertif sifatnya positif
karena membuat kita merasa nyaman dengan diri kita dan lingkungan
dengan berani mengungkapkan perasaan, keinginan, dan pendapat kita,
perilaku abusive merupakan perilaku agresif yang menjajah dan merugikan
orang lain serta pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri.

Perilaku abusive dapat berupa kekerasan fisik
maupun emosinal. Perilaku abusive secara fisik ditandai dengan. adanya
kekerasan fisik dari satu pihak kepada pihak lain, bisa dengan memukul,
menampar atau melempar barang ke arah kita. Sedangkan kekerasan
emosional dapat terlihat dalam bentuk seperti memaksa, mengancam,
memaki, berteriak, dan mernbentak-bentak. Kekerasan emosional lebih
sulit dipahami daripada kekerasan fisik. Tidak seperti kekerasan fisik,
Yang meninggalkan luka atau memar yang kasat mata, kekerasan emosional
meninggalkan luka batin tersembunyi, yang tidak mudah disembuhkan
bahkan mungkin saja dengan perjalanan waktu malan memburuk dan makin
menyakitkan. Prilaku abusive ini dapat dilakukan baik oleh pihak
perempuan terhadap laki-laki maupun sebaliknya.

Namun, lebih sering terjadi laki-laki yang melakukan
kekerasan terhadap perempuan, karena pada umumnya secara fisik
laki-laki lebih kuat dari pada perempuan, dan juga karena adanya
anggapan yang salah bahwa kejahatan identik dengan kekerasan.

Sangat panting bagi kita untuk mengenali
tanda-tanda perilaku abusive, baik itu yang kita lakukan maupun yang
kita temui. Kita tentunya tidak ingin membiarkan perilaku ini
membayangi kita seumur hidup karena akan menghalangi kita dalam membina
hubungan yang langgeng dengan pasangan kita, menghancurkan hubungan
kita dengan orang yang kita cintai dan akhirnya akan menghancurkan diri
kita sendiri.

Kapan kita harus mulai waspada? Kita dapat
mengenali tanda-tanda hubungan yang sifatanya abusive. Sekarang
pikirkan, apakah pasanganmu melakukan hal-hal di bawah ini:

  1. Membentak-bentak dan membuatmu menjadi
    merasa ketakutan,tetapi beberapa detik kemudian langsung menyatakan,
    cintanya. ini merupakan pertanda utama adanya potensi kekerasan dalam
    hubungan.
  2. Cemburu buta. Tidak memperbolehkan kita punya
    teman lain. Beperasangka bahwa semua orang naksir kita. Berharap kita
    selalu ada di sisinya, setiap saat. Waduh, maaf deh, cemburu yang
    berlebihan itu bukan sanjungan, itu masalah besar!
  3. Mengatur secara berlebihan. Selalu mengecek kita
    sedang berada di mana dan sama siapa. Mengatur caramu berpakaian.
    Memilihkan teman untukmu. Menguasai uangmu, Mengancam akan bunuh diri
    kalau keinginannya tidak dipenuhi.
  4. Melakukan tindak kekerasan baik, fisik, mental
    maupun seksual. Memukul-mukul tembok, berteriak, mempermalukan,
    memarahi, menjauhkanmu dari teman dan keluarga, bantung pintu, memaksa
    berhubungan seks padahal kita tidak menginginkanya. Melempar barang,
    mendorong, menendang, dan hal-hal semacam itu.

Kalau jawaban kamu "ya" untuk satu saja dari
pertanyaan di atas, apalagi kalau semua berarti kita sudah menjalani
hubungan pacaran yang abusive. Yang jelas, kalau kamu merasa tidak
nyaman dengan hubunganmu, pasti ada sesuatu yang salah, percayailah
insting-mu. Jangan berharap pacar kita akan berubah, karena kalau itu
merupakan bagian dari kepribadian, maka tidak mudah mengubahnya.
Mungkin dia bisa berubah, tapi mungkin tidak juga kalau ia tidak mau.
Pikirin dech, belum apa-apa dia sudah begini gimana kalau nanti.
Putuskan hubungan. Cari orang yang bisa membuat kita merasa nyaman
dengan dirimu sendiri. Suatu hubungan harus bisa dinikmati bersama,
bukan hanya satu pihak saja.

Coba amati bentuk hubungan kita dengan pacar,
dengan teman dan anggota keluarga. Kalau ternyata kita yang potensial
berprilaku abusive, wah, kita harus segera sadar dan memperbaiki diri
sebelum terlambat. Bagaimana mencegah hal itu supaya tidak
berketerusan?.

Menyadari bahwa kita mempunyai potensi yang berlaku
abusive merupakan langkah awal untuk memperbaiki diri. Sadarilah bahwa
seseorang berprilaku abusive terutama untuk melindungi dirinya supaya
tidak terluka secara emosional. Ketika perasaan ini timbul, kita harus
ingat untuk menempatkan kita pada orang yang menjadi korban. Kalau kita
tidak ingin diperlakukan demikian, jangan melakukan hal itu pada orang
lain.

Cara Yang dapat ditempuh adalah dengan lebih banyak
berpikir dan curhat yang kita percaya serta untuk tidak bertindak
secara fisik. Bahas perasaanmu ini dengan anggota keluargamu.
Mempercayai orang lain sangat penting. Ingatlah selau bahwa tidak
seorang pun yang dapat selalu bertindak benar dan kadang-kadang bantuan
orang lain sangat diperlukan untuk membantu memecahkan masalah.

Cara lain adalah dengan bertanya pada diri sendiri
apakah kita berperilaku abusive karena kita pikir kita tidak akan di
terima sebagaimana adanya. Apakah kita merasa bahwa kita hanya akan ,
dipermalukan dan dituruti apabila kita menjelaskan maksud kita dengan
cara menyerang dan mengecam orang lain? Kita perlu belajar untuk
menerima dan merasa nyaman dengan diri sendiri tanpa mendapat
persetujuan atau kecaman dari orang lain. Dalam hal ini meningkatkan
percaya diri adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki hubunganmu
dengan orang lain.

Apakah kita "abusive"?

Pertanyaan berikut ini bisa kita pakai untuk menilai diri sendiri atau
mengecek apakah kita berpotensi mempunyai prilaku abusive.

  1. Pada saat kamu mau nonton bioskop
    bersama pacarmu dan kalian tidak sependapat mengenai film yang akan
    ditonton, apakah kamu jadi marah, ngotot, dan maksa supaya kalian
    nonton film pilihanmu?

  2. Kalau kamu pergi ke pesta
    bersama pacarmu dimana semua orang kenal pacarmu sedangkan tidak
    seorang mengenalmu, apakah kamu merasa sangat cemburu dan kesal
    sepanjang malam karena merasa harus melindungi diri sendiri?

  3. Seorang murid di kelas lain
    yang tidak mengenalmu berkata bahwa dia dipilih untuk lomba debat untuk
    mewakili sekolah, tapi dia sangat ketakutan bakal kalah, kamu merasa
    itu pernyataan bodoh, lagi pula itu bukan sahabatmu apakah kamu akan
    menceritakan ini kepada teman-temanmu yang lain walaupun kamu sangat
    sadar kalau hal ini sangat melukai hatinya?

  4. Seorang teman menceritakan
    kepadamu masalah yang dihadapinya dengan kakaknya, ia sangat merasa
    bersalah karena sudah merusak tas kesayangannya kakaknya itu walaupun
    kakaknya diam saja. Apakah kamu merasa terganggu karena harus
    mendengarkan keluhanya, serta kemudian mengatakan bahwa apa yang
    dirasakanya adalah bodoh dan berlebihan, karena toh kakaknya tidak
    marah?

  5. Pacarmu menggabungkan diri
    menjadi anggota Katang Taruna. Menurut dia ini sumbangan yang dapat
    diberikan kepada komunitas tempat tinggalnya, namun menurutmu itu
    kampungan dan hanya akan mengganggu pelajarannya. Apakah kamu akan
    mempermalukanya dengan mengingatkanya pada nilai rapotnya yang
    pas-pasan?

  6. Seorang murid baru dikelasmu
    ternytata bermata juling, dan ia agak kelewat percaya diri serta
    bergaya jagoan di kelas. Banyak teman sekelas yang tidak menyukainya
    dan memanggilnya "Si Juling". Apakah kamu akan bergabung dengan mereka
    dan mengatainya walaupun kamu tidak punya urusan denga dia?

  7. Pacarmu dating terlambat pada
    saat kalian akan nonton konser grup musik kesukaanmu, sehingga kalian
    tidak bisa masuk kegedung pertunjukan dan harus menunggu saat
    istirahat. Apakah kamu merasa sangat marah sampai ingin mencekiknya?

Apabila
jawabanmu "ya" untuk lebih dari tiga pertanyaan diaatas, berarti kamu
punya potensi untuk berprilaku abusive, baik dalam hubungan
persahabatan maupun pacaran.

Comments Off

Para Pria Lajang Bersabarlah……

Seks menentukan identitas seseorang, ada
pria juga wanita. Secara biologis, seksualitas pria lebih sederhana
dibanding wanita. Meski begitu, sering ditemui bahwa alat sederhana ini
cukup sulit dikendalikan.

Bila pria terangsang secara seksual,
akan tersiksa bila tidak segera menyalurkannya. Paulus Subiyanto,
konsultan keluarga pada New Life Institute, Bali, menyebutkan bahwa
hampir 100 persen pria melakukan onani sebagai jalan pintas pelepasan
ketegangan seksual.

Tentu saja bagi sebagian besar mereka yang
sudah berumah tangga, tidak akan banyak menemui kesulitan dalam hal
penyaluran ini. Persoalan datang bagi yang masih lajang. Mesti
bagaimana mereka ? Meski banyak hal bisa dilakukan untuk meredam
gejolak, semisal mengembangkan hobi, olahraga, menulis, dan lain-nya,
berikut ini ada teknik sederhana yang bisa dilakukan menurut Subiyanto :

Sadari
kenyataan seksualitas Anda yang bersifat mudah terangsang, sulit
dikendalikan, sering gelisah, dan hasrat seksual yang kuat. Namun,
sadari juga bahwa Anda dikarunial potensi untuk menggunakan akal budi,
sehingga mampu bersikap rasional, membuat pertimbangan, memilih yang
terbaik untuk diri sendiri.

Saat merasa terangsang dan mengalami ketegangan seksual :

1. Duduk tenang, ambil napas dan rasakan dengan penuh kesadaran keberadaanmu.

2.
Alihkan perhatian dari seputar alat kelamin ke dalam pikiran, jika
ketegangan bersumber dari fantasi. Beri kesempatan pada kemampuan
rasioonal.

3. Pikirkan bahwa reaksi kimia akan berhenti dengan sendirinya.

4. Syukuri bahwa sebagai laki-laki, anda normal bila memiliki potensi seksual semacam itu.

5. Yakinkan diri bahwa sekaranglah kesempatan untuk melatih kecerdasan dalam mengendalikan diri, khususnya seksualitas.

6. Pandanglah penis yang sedang ereksi dan katakan dengan ramah, “Hei, anak kecil, jangan nakal, ayo istirahat dulu !”.

7.
Jika Anda berhasil, layaklah untuk berbangga diri. Berilah penghargaan
kepada diri sendiri. Anda cerdas dengan belajar dan menjadi “tuan bagi
diri sendiri”.
       

Loading

Random Testimonial

  • ~ Tetty Y. Zulkifli – Senior Manager Oriflame MLM

    bunda"Alhamdulillah mas dimas membantu promosi bisnis online saya, dengan layanan cepat, ramah dan memuaskan. Sukses"

  • ~ Pildasi – Web Designer

    Pildasi Batubara"Saya rekan dimas dulu, dimas seorang pekerja keras dalam membuat website client2nya ....,maju terus sobat mari terus majukan teknologi dan teruslah berkarya selama kita bisa,. kapan nih duet mau."

  • ~ Aldo – Helloicu.com

    aldo"mantab nich kak dimas ...disela sela kesibukannya ikut bantu memberikan  dlm project bisnis online marketing kami, kapan kapan aku boleh minta bantuan lagi kan"

  • ~ Dani – Manager IT PT.Exer Indonesia

    dani"Kami minta tolong Dimas untuk membuatkan beberapa website Perusahaan. Alhamdulillah website dibuat dari NULL dan semua berjalan hingga sekarang. Tak ada kata selain mantab dan"

  • Read more testimonials »

Sedang Istirahat Coding

Maaf saat ini saya sedang FULL JOB , jadi tidak dapat handle project pembuatan website lagi


Terima Kasih

Donasi & Pembayaran

  • BCABCA
    no.rek 4760733496 an Muhammad Dimas Sasongko,ST
  • Bank MANDIRIBank Mandiri
    no.rek 155-00-0269064-5 an Muhammad Dimas Sasongko,ST
  • BRIBRI
    no.rek 0392-01-001350-50-0 an Muhammad Dimas Sasongko,ST
  • Via Paypal: mdimassasongko@gmail.com

Advertise

Alexa Traffic

Recent Post