Archive
September, 2007
Browsing all articles from September, 2007
Comments Off

Kelebihan Solat Tarawih

KELEBIHAN SHALAT TARAWIH :)
September 13, 2007

Posted by imambahtiar in ISLAM.

        trackback

 

tarawih2.jpg

1. Kelebihan Solat Tarawih Malam Pertama
Diampuni dosa orang-orang yang beriman sebagaimana keadaannya baru dilahirkan.

2. Kelebihan Solat Tarawih Malam Kedua
Diampunkan dosa orang-orang yang beriman yang mengerjakan solat Tarawih, serta dosa-dosa kedua ibubapanya.
3. Kelebihan Solat Tarawih Malam Ketiga
Para malaikat di bawah ‘Arasy menyeru kepada manusia yang mengerjakan
solat Tarawih itu agar meneruskan solatnya pada malam-malam yang lain,
semoga Allah akan mengampunkan dosa-dosa mereka.

4. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keempat
Orang-orang yang mengerjakan solat Tarawih akan memperolehi pahala
sebagaimana pahala yang diperolehi oleh orang-orang yang membaca
kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran.

5. Kelebihan Solat Tarawih Malam Kelima
Allah SWT akan mengurniakan pahala seumpama pahala orang-orang yang
mengerjakan sembahyang di Masjidil Haram, Masjidil Madinah dan Masjidil
Aqsa.

6. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keenam
Allah S.W.T akan mengurniakan kepadanya pahala seumpama pahala
malaikat-malaikat yang bertawaf di Baitul Makmur serta setiap batu dan
tanah berdoa untuk keampunan orang-orang yang mengerjakan tarawih malam
itu.

7. Kelebihan Solat Tarawih Malam Ketujuh
Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa a.s serta menolong Nabi itu menentang musuhnya Fir’aun dan Hamman.

8. Kelebihan Solat Tarawih Malam Kelapan
Allah S.W.T mengurniakan pahala orang yang bersolat tarawih sebagaimana pahala yang dikurniakan kepada Nabi Ibrahim a.s.

9. Kelebihan Solat Tarawih Malam Kesembilan
Allah S.W.T akan mengurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadat hamba-Nya seperti Nabi Muhammad s.a.w.

10. Kelebihan Solat Tarawih Malam Kesepuluh
Allah SWT mengurniakan kepadanya kebaikan dunia dan akhirat.

11. Kelebihan Solat Tarawih Malam Kesebelas
Ia meninggal dunia di dalam keadaan bersih dari dosa seperti baru dilahirkan.

12. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keduabelas
Ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan muka yang bercahaya-cahaya.

13. Kelebihan Solat Tarawih Malam Ketigabelas
Ia akan datang pada hari kiamat di dalam keadaan aman sentosa dari sebarang kejahatan dan keburukan.

14. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keempatbelas
Malaikat-malaikat akan datang menyaksikan mereka bersolat Tarawih serta Allah S.W.T. tidak akan menyesatkan mereka.

15. Kelebihan Solat Tarawih Malam Kelimabelas
Semua malaikat yang memikul ‘Arasy dan Kursi akan berselawat dan mendoakannya supaya Allah mengampunkannya.

16. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keenambelas
Allah S.W.T. menuliskan baginya dari kalangan mereka yang terlepas dari api neraka dan dimasukkan ke dalam syurga.

17. Kelebihan Solat Tarawih Malam Ketujuhbelas
Allah S.W.T menuliskan baginya pahala pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.

18. Kelebihan Solat Tarawih Malam Kelapanbelas
Malaikat akan menyeru: Wahai hamba Allah sesungguhnya Allah telah redha
denganmu dan dengan kedua ibu bapamu (yang masih hidup atau yang sudah
mati).

19. Kelebihan Solat Tarawih Malam Kesembilanbelas
Allah S.W.T akan meninggikan darjatnya di dalam Syurga Firdaus.

20. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keduapuluh
Allah S.W.T mengurniakan kepadanya pahala sekelian orang yang mati syahid dan orang-orang soleh.

21. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keduapuluh satu
Allah S.W.T akan membina untuknya sebuah mahligai di dalam syurga yang diperbuat dari cahaya.

22. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keduapuluh dua
Ia akan datang pada hari kiamat di dalam keadaan aman dari sebarang huru-hara pada hari tersebut.

23. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keduapuluh tiga
Allah S.W.T akan membina untuknya sebuah bandar di dalam syurga daripada cahaya.

24. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keduapuluh empat
Allah S.W.T akan membuka peluang untuk dua puluh tahun ibadat bagi
orang-orang yang mengerjakan solat Tarawih pada malam tersebut.

25. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keduapuluh lima
Allah S.W.T akan mengangkat seksa kubur darinya.

26. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keduapuluh enam
Allah S.W.T akan mengurniakan pahala empat puluh tahun ibadat bagi
orang-orang yang mengerjakan solat Tarawih pada malam tersebut.

27. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keduapuluh tujuh
Allah S.W.T akan mengurniakan kepadanya kemudahan untuk melintasi titian sirat sepantas kilat.

28. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keduapuluh lapan
Allah S.W.T akan menaikkan kedudukannya seribu darjat di akhirat.

29. Kelebihan Solat Tarawih Malam Keduapuluh sembilan
Allah S.W.T akan mengurniakan kepadanya pahala seribu haji yang mabrur.

30. Kelebihan Solat Tarawih Malam Ketigapuluh
Allah S.W.T akan memberi penghormatan kepada orang yang bertarawih pada
malam terakhir dengan firman-Nya (yang bermaksud): Wahai hambaku!,
makanlah  segala jenis buah-buahan yang Engkau ingini untuk dimakan di
dalam syurga dan mandilah kamu di dalam sungai yang bernama salsabil
serta minumlah air dari telaga yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad
s.a.w. yang bernama Al-Kautsar.

Rezekinya orang menikah

Rezekinya orang menikah

Dalam kebudayaan manapun, pernikahan
selalu dikaitkan dengan kemakmuran dan kesejahteraan. Makanya tidak
heran dalam jaman manapun pernikahan selalu dirayakan dengan meriah,
penuh simbol kesejahteraan, kesetiaan dan panjang umur. Pernikahan
selalu dianggap momen yang sakral yang bahkan dalam beberapa kebudayaan
dianggap sebagai momen kedewasaan seseorang.

Dulu, waktu masih bujang, nasihat yang paling sering saya dengar
seputar pernikahan -tentunya dari orang yang sudah menikah- adalah
“Tenang aja Jar, kalau sudah menikah, rezekinya pasti dimudahkan”
Klise mungkin, dan biasanya nasihat susulannya adalah
“InsyaAllah kalau sudah menikah hati jadi lebih tenang”

Karena saya orang eksakta, logika saya bilang tidak masuk akal. Ya,
bagaimana mungkin rezeki lebih mudah, bukankah dibelakang kita ada
cicilan KPR, biaya pernikahan, biaya A, biaya B yang rumit. Atau
bagaimana bisa tenang, lha wong sebagai suami artinya kita bisa tidak
sebebas bujang dahulu. Belum lagi tuntutan masyarakat dan keluarga.
Pusing.

Tapi, setelah dijalani ternyata semua nasihat diatas ada benarnya.
Tapi, saya tidak akan bercerita bagaimana rezeki yang orang menikah
dapatkan karena tentunya parameternya sangat sulit. Contoh, setelah
menikah pekerjaan saya dikantor lebih baik, project lebih besar, tim
lebih solid sampai urusan menulis pun menjadi lebih lancar, teman
menjadi lebih banyak hingga urusan rumah, prasarana fisik yang ajaibnya
lebih dimudahkan daripada dugaan saya semula.

Tapi, itu semua sulit diukur kan. Karena nasihat lengkap seputar pernikahan diatas adalah
“Rezeki itu ga selalu berbentuk uang Jar, bisa jadi ada saudara yang
membantu, bisa jadi bos kamu memberikan kesempatan lebih baik. Intinya
Jar, rezeki itu bisa dateng dari tempat yang tidak terduga”
Nah karena sifatnya yang abstrak ini, saya kesulitan untuk mendapatkan pembenaran nasihat pernikahan tadi.

Kalau menurut saya, rezeki yang pasti didapatkan orang menikah adalah:
1. Wibawa
Wibawa, kharisma, aura, kehormatan, percaya diri atau apapun
istilahnya, menurut saya adalah 100% guarantee dari orang yang sudah
menikah. Buat saya, apalagi dalam bisnis jasa (professional service)
yang saya kerjakan, masalah wibawa ini menjadi sangat penting.
Pekerjaan assurance service, tidak lebih dari bagaimana meyakinkan
orang lain.

Beberapa kali saya berbicara dengan banyak orang, mulai dari supir
kantor hingga GM setempat. Impresi yang saya dapatkan terhadap orang
yang sudah menikah selalu impresi yang sangat positif, artinya setengah
pekerjaan sudah selesai dimuka.

2. Tanggung jawab
Punya pasangan artinya punya tanggung jawab lebih, artinya
kemampuan kita memimpin, kemampuan kita berempati juga akan lebih baik.
Ilustrasi yang paling mudah menggambarkan kondisi ini serupa dengan
mobil sport. Mobil sport sekelas Porsche ataupun Audi selalu didesign
dengan pemberat dibagian belakang mobil. Mobil yang dipacu dengan
kecepatan tinggi harus diberi pemberat (wing) dibagian belakang agar
mobil bisa berpijak ditanah dan melaju kencang.

Rumah tangga mungkin seperti itu, dengan adanya ‘beban’ istri atau
suami. Ajaibnya justru membuat laju kehidupan kita lebih stabil dan
lebih baik.

Pertanyaannya, didunia bisnis seperti saat ini dimana karakter
adalah segalanya untuk menggapai sukses. Dimanakah posisi pernikahan?

Posted in Pernikahan

23 Responses to “Rezekinya orang menikah”

  1. Rusdy Says:

    Agustus 1st, 2007 at 12:40 am

    Hmmmm… kalau saya sih setuju dan tidak setuju dengan pendapat anda.

    Setuju:
    Memang betul, seperti yang anda katakan, menikah dapat membentuk
    karakter (tidak bisa se-egois kala membujang), pertanggung-jawaban, dan
    lain sebagainya. Sehingga, karakter ini pun terbawa ke tempat kerja.
    Tetapi, saya tidak yakin bahwa pembentukan karakter ini semata-mata
    hanya bisa terjadi karena menikah. Bukankah yang tidak menikah pun
    karakternya bisa terbentuk? Ini tergantung pribadi masing-masing
    tentunya?

    Juga, memang di mata manusia, ketika seseorang sudah menikah,
    terkesan hidupnya sudah stabil (apalagi di kebudayaan timur). Sehingga
    di tempat bekerja, efek psikologis dari rekan kerja, lebih mempercayai
    seseorang yang sudah menikah (seperti yang anda sudah katakan, terkesan
    ‘positif’).

    Tidak setuju:
    Dengan analogi anda. Masalahnya, dari pengalaman yang saya pernah lihat
    sendiri, justru karena menikah, karir dan pendapatan harus
    dipertimbangkan dengan si istri. Maksudnya, tidak bisa sefleksibel
    dalam berpindah antar kota, jauh dari istri dalam jangka lama, dan lain
    sebagainya. Sehingga, di kasus ini, analoginya menjadi: ‘Si istri bak
    truk gandengan yang membuat perjalanan lebih berat’

    Kesimpulan: saya kurang setuju dengan ukuran menikah atau tidak
    menikah sebagai ukuran baik atau tidak baik (rezeki atau non-rezeki).
    Memang harus diakui, di kebudayaan timur, pandangan ini masih sangat
    kuat (bahwa menikah tentunya jauh lebih baik)

    Seperti dari tulisan anda, opini anda dalam hal ini tentunya sangat dipengaruhi atas lingkungan anda (orang tua) dan agama?

    Catatan: Tidak ‘pick a fight’ tentunya, hanya ingin mengundang para pembaca berpikir lebih luas lagi ;)

Comments Off

Tanda-tanda Husnul Khatimah

             

             

               

             

             

               

             

             

               
Tanda-tanda Husnul Khatimah   
Written by Ummu Raihanah
 
               

Setiap
hamba Allah yang berjalan diatas manhajnya yang lurus yang berusaha
meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya ajmain tentu sangat
mengharapkan akhir kesudahan yang baik. Allah telah menetapkan
tanda-tandanya dintara tanda-tanda husnul khatimah itu
   adalah:

Pertama,mengucapkan kalimah syahadat ketika wafat

Rasulullah
bersabda :"barangsiapa yang pada akhir kalimatnya mengucapkan "La
ilaaha illallah" maka ia dimasukkan kedalam surga" (HR. Hakim)

kedua, ketika wafat dahinya berkeringat

Ini
berdasarkan hadits dari Buraidah Ibnul Khasib adalah Buraidah dahulu
ketika di Khurasan, menengok saudaranya yang tengah sakit, namun
didapatinya ia telah wafat, dan terlihat pada jidatnya berkeringat,
kemudian ia berkata,"Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar
Rasulullah bersabda: Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat
dahinya" (HR. Ahmad, AN-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu MAjah, Ibnu Hibban,
Al-Hakim dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas’ud)

ketiga, wafat pada malam jum’at

Hal
ini berdasarkan sabda Rasulullah "Tidaklah seorang muslim yang wafat
pada hari jum’at atau pada malam jum’at kecuali pastilah Allah
menghindarkannya dari siksa kubur" (HR. Ahmad)

keempat, mati syahid dalam medan perang
   Mengenai hal ini Allah berfirman:

"Janganlah
kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati,
bahkan mereka hidup disisi Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, mereka
dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada
mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih
tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada
kekawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka
bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan
bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahal orang-orang yang beriman" (Ali
Imraan:169-171) Adapun hadits-hadits Rasulullah shalallahu alaihi
wassalam yang berkenaan dengan masalah ini sangat banyak dijumpai
diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Rasulullah bersabda:

"Bagi orang yang mati syahid ada 6 keistimewaan  yaitu:
diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur, melihat
tempatnya didalam surga, dilindungi dari adzab kubur, dan terjamin
keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, dikawinkan
dengan bidadari, dan diperkenankan memeberikan syafa’at bagi 70 orang
kerabatnya" (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad) 2. Seorang sahabat
Rasulullah
berkata: "Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah
dan berkata: Wahai Rasulullah mengapa orang mukmin mengalami fitnah
dikuburan mereka kecuali yang mati syahid? beliau menjawab: Cukuplah ia
menghadapi gemerlapnya pedang diatas kepalanya sebagai fitnah"
   (HR. an-Nasai)

catatan:

Dapatlah
memperoleh mati syahid asalkan permintaannya benar-benar muncul dari
lubuk hati dan penuh dengan keikhlasan, kendatipu ia tidak mendapatkan
kesempatan mati syahid dalam peperangan. Hal ini berdasarkan sabda
Rasulullah: "Barang siapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan
sungguh-sungguh, maka Allah akan menyampaikannya derajat para syuhada
sekalipun ia mati diatas ranjangnya"(HR. Imam Muslim dan
   al-Baihaqi)

kelima, mati dalam peperangan fisabilillah Ada dua hadist  Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:

1.
Rasulullah bersabda:"Apa yang kalian katagorikan sebagai orang yang
mati syahid diantara kalian? mereka menjawab :Wahai Rasulullah yang
kami anggap sebagai orang yang mati syahid adalah siapa sja yang mati
terbunuh dijalan Allah. Beliau bersabda:Kalau begitu ummatku yang mati
syahid sangatlah sedikit. Para sahabat kembali bertanya: Kalau begitu
siapa sajakah dari mereka yang mati syahid wahai Rasulullah? beliau
menjawab: Barangsiapa yang terbunuh dijalan Allah, yang mati sedang
berjuang dijalan Allah, dan yang mati karena penyakit kolera, yang mati
karena penyakit perut (yakni disebabkan penyakit yang menyerang perut
seperti busung lapar, diare atau sejenisnya) maka dialah syahid dan
orang-orang yang mati tenggelam dialah syahid "(HR. Muslim, Ahmad, dan
al-Baihaqi)

2. Rasulullah bersabda: Siapa saja
yang keluar dijalan Allah lalu mati atau terbunuh maka ia adalah mati
syahid. Atau yang dibanting oleh kuda atau untanya lalu mati atau
digigit binatang beracun atau mati diatas ranjangnya dengan kematian
apapun yang dikehendaki Allah, maka ia pun syahid dan baginya surga"
(HR. Abu Daud,al-Hakim, dan al-Baihaqi)

keenam , mati disebabkan penyakit kolera.

Tentang ini banyak hadits Rasulullah meriwayatkannya  diantaranya sebagai berikut:

1.
Dari Hafshah binti Sirin bahwa Anas bin MAlik berkata:"Bagaimana Yahya
bin Umrah mati? Aku jawab: "Karena terserang penyakit kolera" ia
berkata:Rasulullah telah bersabda: penyakit kolera adalah penyebab mati
syahid bagi setiap muslim" (HR. Bukhari, ath-Thayalusi dan Ahmad)

2.
Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang penyakit kolera. Lalu beliau
menjawab;"Adalah dahulunya penyakit kolera merupakan adzab yang Allah
timpakan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya kemudia Dia jadikan
sebagai rahmat bagi kaum mukmin. Maka tidaklah seorang hamba yang
dilanda wabah kolera lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh
kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang
Allah tetapkan baginya pahala orang yang mati syahid"(HR. Bukhari,
al-Baihaqi dan Ahmad)

kedelapan, mati karena tenggelam.

kesembilan, mati karena tertimpa reruntuhan/tanah  longsor.

Dalil
dari 2 point diatas adalah berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu
alaihi wassalam: "Para syuhada itu ada lima; orang yang mati karena
wabah kolera, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan
bangunan, dan syahid berperang dijalan Allah" (HR.Imam Bukhari, Muslim,
at-Tirmidzi, dan Ahmad)

kesepuluh, perempuan yang meninggal karena melahirkan.

Ini
berdasarkan hadits yang diberitakan dari Ubadah ibnush Shamit
radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjenguk
Abdullah bin Rawahah yang tidak bisa beranjak dari pembaringannya,
kemudian beliau bertanya : "Tahukah kalian siapa syuhada dari ummatku?
orang-orang yang ada menjawab:Muslim yang mati terbunuh" beliau
bersabda:Kalau hanya itu para syuhada dari ummatku hanya sedikit.
Muslim yang mati terbunuh adalah syahid, dan mati karena penyakit
kolera adalah syahid, begitu pula perempuan yang mati karena bersalin
adalah syahid (anaknya yang akan menariknya dengan tali pusarnya
kesurga)" (HR. Ahmad, Darimi, dan ath-Thayalusi) menurut Imam Ahmad ada
periwayatan seperti itu melalui jalur sanad lain dalam Musnad-nya.

kesebelas, mati terbakar.

keduabelas, mati karena penyakit busung perut.

Tentang kedua hal ini banyak sekali riwayat, dan yang  paling masyhur adalah dari Jabir bin Atik secara
marfu’: "Para syuhada ada 7: mati terbunuh dijalan Allah, karena
penyakit kolera adalah syahid,mati tenggelam adalah syahid,karena
busung lapar adalah syahid, karena penyakit perut keracunan adalah
syahid,karena terbakar adalah syahid, dan yang mati karena tertimpa
reruntuhan(bangunan atau tanah
longsor) adalah syahid, serta wanita
yang mati pada saat mengandung adalah syahid" (HR. Imam Malik, Abu
Daud, An-Nasa’i, Ibnu MAjah dan Ahmad)

Ketigabelas, mati karena penyakit Tubercolosis (TBC).
Ini berdasarakan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: "Mati
dijalan Allah adalah syahid, dan perempuan yang mati ketika tengah
melahirkan adalah syahid, mati karena terbakar adalah syahid, mati
karena tenggelam adalah syahid, mati karena penyakit TBC adalah syahid,
dan mati karena penyakit perut adalah
   syahid"(HR.Thabrani)

keempatbelas, mati karena mempertahankan harta dari  perampok.
   Dalam hal ini banyak sekali haditsnya, diantaranya  sebagai berikut:

1.
"Barangsiapa yang mati karena mempertahankan hartanya (dalam riwayat
lain; Barang siapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia terbunuh)
adalah syahid" (HR. Bukhari, Muslim, Abu DAud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi,
Ibnu Majah, dan Ahmad)

2. Abu Hurairah
berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi seraya berkata: "Ya,
Rasulullah, beritahukanlah kepadaku bagaimana bila ada seseorang yang
datang dan akan merampas hartaku" beliau menjawab: ‘jangan engkau
berikan’ Ia bertanya; bagaimana kalau ia membunuhku?
   beliau menjawab; Engkau mati syahid. Orang itu bertanya  kembali,Bagaimana kalau aku yang membunuhnya?
   beliau menjawab; ia masuk neraka"(HR. Imam Muslim,  an-Nasa’i dan Ahmad)

3. Mukhariq berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi  dan berkata :

"ada
seorang laki-laki hendak merampas hartaku, beliau bersabda: Ingatkan
dia akan Allah. Orang itu bertanya: bila tetap saja tak mau berdzikir?
beliau menjawab:
Mintalah tolong orang disekitarmu dalam
mengatasinya.Orang itu bertanya lagi : Bila tidak saya dapati
disekitarku seorangpun? Beliau menjawab:Serahkan dan minta tolonglah
kepada penguasa.Ia bertanya: Bila penguasa itu jauh tempatnya dariku?
beliau bersabda: berkelahilah dalam membela hartamu hingga kau mati dan
menjadi syahid atau mencegah hartamu dirampas" (HR. An-Nasa’i, dan
Ahmad)

kelima belas dan keenam belas, mati dalam membela agama  dan jiwa.
   Dalam hal ini ada dua riwayat hadits sebagai berikut:

1.""Barangsiapa
mati terbunuh dalam membela hartanya maka ia mati syahid, dan siapa
saja yang mati dalam membela keluarganya maka ia mati syahid, dan
barang siapa yang mati dlam rangka membela agama(keyakinannya) maka ia
mati syahid, dan siapa saja yang mati mempertahankan darah (jiwanya)
maka ia syahid" (HR. Abu Daud, an-Nasa’i, at-tirmidzi, dan Ahmad)

2.  "Barangsiapa mati dalam rangka menuntut haknya maka ia mati syahid"    (HR. An-Nasa’i)

ketujuhbelas, mati dalam berjaga-jaga (waspada) dijalan  Allah.
   Dalam hal ini ada dua hadits dari Rasulullah shalallahu  alaihi wasslam :

1."Berjaga-jaga
(waspada) dijalan Allah sehari semalam adalah lebih baik daripada
berpuasa selama sebulan dengan mendirikan (shalat) pada malam harinya.
Apabila ia mati, maka mengalirkan pahala amalannya yang dahulu
dilakukannya dan juga rezekinya serta aman dari siksa kubur(fitnah
kubur)" (HR. Imam Muslim, an-Nasa’i, Tirmidzi, Hakim dan Ahmad)

2.
"setiap orang yang meninggal akan disudahi amalannya kecuali orang yang
mati dalam berjaga-jaga dijalan Alllah, maka amalannya dikembangkan
hingga tiba hari kiamat nanti serta terjaga dari fitnah kubur" (HR. ABu
Daud, Tirmidzi, Hakim, dan Ahmad)

kedelapan belas, orang yang meninggal pada saat  mengerjakan amal shaleh.
Ini berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:
"Barangsiapa mengucapkan ‘laa ilaaha illallah’ dengan berharap akan
keridhaan Allah, dan diakhir hidupnya mengucapkannya, maka ia akan
masuk surga. Dan, barangsiapa yang berpuasa sehari mengharap keridhaan
Allah kemudian mengakhiri hidupnya dengannya (puasa), maka ia masuk
surga. Dan barangsiapa bersedekah mencari ridha Allah dan menyudahinya
dengan (sedekah) maka ia akan masuk surga" (HR. Ahmad)

tammat
walhamdulillahi rabbil alamiin. Mudah-mudahan Allah menjadikan akhir
hidup kita husnul khatimah dan memasukkannya dalam golongan orang-orang
yang mati syahid amin.

——–
dikutip dari kitab "Tuntunan Lengkap Mengurus  Jenazah " hal:52-55 M. Nashiruddin Al-Albani, Gema Insani Press,  Jakarta,1999

Comments Off

orang – orang yang didoakan oleh para malaikat

Insya Allah berikut  inilah orang – orang yang    didoakan oleh para malaikat :

   1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci,
maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan
bangun hingga Malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan
karena tidur dalam keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari
Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani
dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

   2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang
duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali
para malaikat akan
mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah
sayangilah ia’" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih
Muslim no. 469)

   3. Orang – orang yang berada di shaf barisan depan di    dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya
bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf
terdepan"
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin
‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih
Sunan Abi Dawud I/130)

   4. Orang – orang yang menyambung shaf pada sholat    berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam    shaf).
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu
bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf" (Para
Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim
meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al
Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

   5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang    Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi
‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena
barangsiapa
ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka
ia akan diampuni dosanya yang masa lalu". (Imam Bukhari meriwayatkan
dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

   6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah    melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat (
berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam
tempat shalat dimana ia
melakukan shalat, selama ia belum batal
wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah
ia (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106,
Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

   7. Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan    ‘ashar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat
shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang
sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat
pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada
waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang
ditugaskan pada siang hari
(hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang
bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada
mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab,
‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami
tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka
ampunilah mereka pada hari kiamat’" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu
Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh
Ahmad Syakir)

   8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan    orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang
dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang
akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil
baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah
kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun
mendapatkan apa yang ia dapatkan’" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari
Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)

   9. Orang – orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya
seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah
satu diantara keduanya
berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi
orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah
harta orang yang pelit’" (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan
dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no.
1010)

   10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah
SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat
(berdoa ) kepada orang – orang yang sedang makan sahur" Insya Allah
termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (Imam Ibnu Hibban dan Imam
Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini
dishahihkan
   oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat    Tarhiib I/519)

   11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya
kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan
bershalawat
kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di
waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Imam Ahmad meriwayatkan dari
‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir
berkomentar,"Sanadnya shahih")

   12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada    orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli
ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara
kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di
dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang
mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh Imam
Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al
Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

   

   —–
   Sumber Tulisan Oleh :
   Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang -orang yang Didoakan
   Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir,
   Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

Comments Off

CHECK LIST AMALAN DI BULAN RAMADHAN

Ramadhan hampir menjelang dan persiapan hendaklah diadakan dengan memahami cara beramal di bulan Ramadhan mengikut sunnah dan jangan menjalani ibadah Ramadhan mengikut adat kerana Rasullah pernah bersabda didalam hadisnya :
Barang siapa menghidupkan sunnahKu ketika rosak umat-Ku maka baginya mendapat pahala seratus syahid. Oleh itu berhati-hatilah melakukan amal supaya mempunyai nilai yang tinggi dan mendapat kesan yang baik disepanjang bulan Ramadhan dan dibawah ini dicatatkan amalan-amalan mengikut sunnah.
CHECK LIST AMALAN DI BULAN RAMADHAN
1. Mengucapkan tahniah (Selamat datang Ramadhan atau Selamat menyambut Ramadhan.
2. Niat sebulan bagi malam yang pertama dan selanjutnya niat
untuk hari-hari.
3. Sembahyang Isyak berjamaah di masjid/surau.
4. Solat Tarawikh 20 rakaat.
5. Tadarus membaca bersemak dan berturut-turut juzuk.
6. Tidur malam membaca 4 ayat terakhir Surah Al Kahfi supaya
dikejutkan bangun tepat jam 4.00 pagi.
7. Bangun jam 4.00 pagi dan setengah jam untuk Qiamullail ringan (Solat Tahjud, Solat Taubat dan Solat Hajat)
8. Jam 4.30 pagi kaum ibu masak sahur.
9. Jam 5.00 pagi/5.15 pagi makan sahur.
10.Jangan tidur sesudah sahur.
11.Solat Subuh berjemaah di Masjid.
12.Tadarus pendek.
13.Matahari tinggi segalah, lakukan solat Isyraq.
14.Menjalankan kerja harian dan menjaga pancaindera.
15.Jam 11.00 pagi tunaikan Solat Dhuha.
16.Lakukan Solat Kafarah Baul 2 rakaat. Rakaat pertama selepas Fatihah baca Surah Al Kautsar 7 kali dan rakaat kedua selepas Fatihah baca Surah Ikhlas 7 kali.
17.Jam 12.00 tengahari tidur, niat tidur waktu Qailulah (ganti
jaga satu jam diwaktu sahur)
18.Solat Zuhur berjemaah.
19.Tadarus pendek.
20.Sebelah petang kaum ibu menyediakan berbuka petang.
21.Solat Asar berjemaah di Masjid.
22.Jika masa petang jangan gunakan untuk bersiar-siar atau
menonton TV yang melibatkan kemaksiatan. Sebaik-baiknya digunakan untuk mengikuti majlis-majlis ilmu atau berdoa kerana waktu itu amat mustajab.
23. Berbuka dengan ala kadar iaitu minuman yang belum dipanas oleh api atau dengan buah kurma atau buah tempatan.
24.Segera Solat Maghrib di Masjid.
25.Makan malam bersama keluarga.
26.Bersiap sedia untuk ke masjid menunaikan Solat Isyak dan Tarawikh secara berjemaah.
KELEBIHAN-KELEBIHAN YANG LAIN
1. Menghadiri majlis ilmu setiap langkah di beri pahala ibadah sunah setahun.
2. Mengekali berjemaah diberi balasan dengan disediakan sebuah
bandar khas di Syurga.
3. Membuat hubungan baik kepda kedua ibu bapa, Allah pandang dengan penuh kasih sayang.
4. Isteri taat kepada suami diberi pahala seperti pahala Asiah dan Mariam.
5. Sesiapa yang menyampaikan hajat saudaranya disampaikan 1000 hajatnya di akhirat.
RANCANG PENINGKATAN IBADAH RAMADHAN
1. Sepuluh hari yang pertama adakan muhasabah amalan.
2. Sepuluh hari yang kedua, pastikan keimanan bertambah kuat dan selaraskan dengan sempena Nuzul Quran.
3. Sepuluh hari yang ketiga kuatkan azam untuk beramal di malam Al Qadr :
i. Dengan melakukan Solat Maghrib,Isyak dan Tarawikh berjemaah.
ii. Atau ditambah dengan Solat Subuh berjemaah
iii. Duduk dengan air sembahyang dan baca Al-Quran, Ayat Kursi,
Surah Al Baqarah terakhir (Amanarrasul), Surah Az-zalzalah, Suraah Al Kafirun, Surah al Ikhlas dan Surah Yasin.
iv. Bagi kaum ibu yang uzur, baca zikir.
v. Bangun pukul 1.00 pagi tunaikan Solat Sunat Wuduk, Solat Hajat, Solat Tasbih, Solat Taubat, Solat Istikarah.
vi. Jika sedang beramal, badan terasa sejuk dan terharu maka inilah tanda-tanda mendapat Lailatul Qadar.

Comments Off

Proposal Nikah

             

             

               

             

             

               

             

             

               
Proposal Nikah   
KADO BUAT YANG MAU DAN SIAP MENIKAH..BARAKALLAHU !! (By : 4121X13)
 
               

Latar Belakang

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga
  Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan
  nikmatNya kepada kita. Amin

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah
  diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan
  perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka,
  sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha
  Melihat segala sesuatu".

Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan
  terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat
  pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah,
  hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na’udzubillah ! Dan Allah telah
  berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan
  yang
  buruk lagi kotor"
(Qs. Al Israa’ : 32).

Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh
  amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan
  maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya
  pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi
  kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin
  kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja
  belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga??, begitu kata mereka,
  padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar
  agar tak berbuat maksiat. Wallahu a’lam.

Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang
  cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan.
  Setiap saya menulis peristiwa anak muda di? majalah Islam, pada saat yang
  sama
  terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah..
  Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin
  menyegerakan menikah.

Dasar Pemikiran

Dari Al Qur??an dan Al Hadits :

  1. ?"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan
        orang-orang
        yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu
        yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN
        KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui."

        (QS. An
        Nuur (24) : 32).
  2. "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat
        kebesaran Allah."
    (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. ?Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,
        baik
        dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang
        tidak mereka ketahui?? 
    (Qs. Yaa Siin (36) :
        36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari
        jenis
        kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian
        anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik

        (Qs. An Nahl (16) : 72).
  5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu
        isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
        kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya
        pada
        yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir
    .
        (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka
        (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh
        (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,
        menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan
        diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

        (Qs. At Taubah (9) : 71).
  7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah
        menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian
        Dia
        kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.

        (Qs. An
        Nisaa (4) : 1)
    .
  8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk
        wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski
        yang melimpah (yaitu : Surga)
    (Qs. An Nuur (24) : 26).
  9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga,
        atau
        empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah)
        seorang saja..
    (Qs. An Nisaa’ (4) : 3).
  10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi
        perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu
        ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan
        barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat
        kesesatan yang nyata.
    (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda:
        "Nikah
        itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"
    (HR.
        Ibnu Majah,
        dari Aisyah r.a.).
  12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang,
        memakai wewangian, bersiwak dan menikah
    (HR. Tirmidzi).
  13. Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya
        mereka
        akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu?? (HR. Hakim dan Abu Dawud).
        14.?Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya
        akan
        timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang
        menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi
        Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya.
        Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." 
    (HR.
        Baihaqi).
  14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya
        ialah wanita shalihat.
    (HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  15. "Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah? (HR. Tirmidzi, Ibnu
        Hibban
        dan Hakim) :
        a.?Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.
        b.?Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
        c.?Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
  16. "Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah
        ia
        nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara."

        (HR.
        Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
  17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak.
        Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak

        (HR. Abu
        Dawud).
  18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah
        (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat
        yang lain
    (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik,
        daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)

        (HR. Ibnu Ady
        dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)
    .
  20. Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak
        menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah"
        (HR.
        Bukhari).
  21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang,
        dan
        kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup
        membujang
    (HR. Abu Ya??la dan Thabrani).
  22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu
        dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan
        terhormat
    . (HR. Ibnu Majah,dhaif).
  23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian
        diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki,
        dan
        menambah keluhuran mereka
    (Al Hadits).

Tujuan Pernikahan

  1. Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
  2. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
  3. Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
  4. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
  5. Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari
        perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
  6. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
  7. Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan
        kekeluargaan)

Kesiapan Pribadi

  1. Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah.
        Rasulullah SAW. bersabda : ??Man Jadda Wa Jadda?? (Siapa yang bersungguh-sungguh
        pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
  2. Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
  3. Termasuk? tathhir (mensucikan diri).
  4. Secara materi, Insya Allah siap. ??Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah
        menurut kemampuannya??? (Qs. At Thalaq (65) : 7)

Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan

  • Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
  • Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
  • Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan
        dan
        kasih sayang bagi orang yang menikah.
  • Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban
        menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
  • Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.
        Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
        janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi
        mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan."

        (HR. Ahmad)
    dan
        "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari
        besi
        lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya"
        (HR. Thabrani
        dan Baihaqi)
    .. Astaghfirullahaladzim.. Na’udzubillahi min dzalik

Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai
  berikut ini :

  • Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir,
        DR, SE, SH, ST, dsb
  • Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan
        tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu’an sesuai dengan kemampuan
        yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha
        Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari? manusia
        (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada
        apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
  • Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
  • Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru
        dengan
        menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat
        menyelesaikan kuliah.

Memperbaiki Niat :

Innamal a’malu binniyat……. Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan
  pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya,
  baik secara segera maupun ditangguhkan.

Niat Ketika Memilih Pendamping

Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau
  akan
  kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah
  pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena
  kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang
  menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa
  yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan
  padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan
  nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi
  barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."
(HR. Thabrani).

"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan
  itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin
  saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita
  karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk
  wajahnya adalah lebih utama".
(HR. Ibnu Majah).

Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab
  (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya)
(Al
  Hadits)
.

Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ??Sesungguhnya
  perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan
  kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama."
(HR. Muslim
  dan Tirmidzi).

  Niat dalam Proses Pernikahan

Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai
  berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi
  mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari
  dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’.
  "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai
  pemberian dengan penuh kerelaan."
(Qs. An Nisaa (4) : 4).

Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah
  yang paling ringan
  maharnya"
(HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang
  shahih)
. Dari
  Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah
  nikah
  yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)"
(HR.
  Ahmad)
. Nabi SAW
  pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau
  lelaki
  itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan
  menjadi wali pernikahannya."
(HR. Ashhabus Sunan).
  Dari Anas, dia berkata :
  " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya"
  (Ditakhrij
  dari An Nasa’i
)..Subhanallah..

Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan
  mudah
  insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan
  bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori
  niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing."
  (HR. Bukhari dan
  Muslim)

Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah.
  Yang dimaksud
  Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan
  caranya harus
  Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya
  dalam pemilihan
  calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau
  tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai
  keridhoan Allah.

Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya
  :
  adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak
  makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini
  yang
  harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian),
  Pengantin tidak disandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a :
  Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir..
  (Semoga
  Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak
  bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan
  janganlah
  bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama"
-
  Qs. Al Ahzab
  (33),

Meraih Pernikahan Ruhani

Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka
  ia
  akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis,
  seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang
  sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena
  itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan
  hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling
  mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk
  Allah.

Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah.
  Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis,
  melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah,
  kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani.
  KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH
  UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS? PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)

Penutup

"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang
  dihalalkan
  oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka
  kepada orang-orang yang melampaui batas."
(Qs. Al Maidaah
  (5) : 87).

Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya
  sesudah kesulitan itu ada kemudahan
(Qs. Alam Nasyrah (94) : 5-
  6 )
.

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai
  atas
  nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat
  berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari
  Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira".
  "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan
  jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku
  menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau
  segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN
  UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"

====================================
  Dedicated to : My inspiration …. yang pernah singgah dan menghuni "hati"
  …Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu,
  kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu..
  Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani
  panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " Saat Cinta dan Rindu?
  tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."
 
====================================

Maraji / Referensi :

  1. Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.
  2. Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.
  3. Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma’arif.
  4. Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta,
        Mitra Pustaka.
  5. Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta,
        Gema
        Insani Press.
  6. Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet.
        1,
        Jakarta, Studia Press.
  7. Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan,
        1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
  8. Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta,
        Gema Insani Press
  9. Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta,
        Gema Insani Press.
  10. Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th.
        2
        31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.
Comments Off

Bila istri cerewet,…ingat BP4

Artikel Islami
02 Februari 2007 – 08:49
Renungan untuk suami-suami:
Bila Istri Cerewet   

Oleh : Ahmad Bustam


Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.

Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.

Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.

Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.

Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.

WallahuAlam.

Comments Off

Mati Suri…..

[Mati suri
« pada: Hari ini at 02:25:01 pm »

Assalamu’alaikum

kawan2 semua, mungkin ada yang sudah pernah baca kisah ini. sebuah kisah nyata yang dialami oleh seorang muslimah yang mati suri tahun 2006 silam. afwan yaaahh, kalo ana repost di sini.

Kisah Azlina, Saat Dua Jam Mati Suri di MMC Melaka   
Diperlihatkan Berbagai Kejadian di Akhirat

Sempat dinyatakan meninggal dunia, Aslina alias Iin (23) ternyata mengalami mati suri selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, ia diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut amal dan perbuatan manusia selama di dunia.
Di hadapan sekitar 50-an orang, terdiri dari pegawai honor tenaga kesehatan Bengkalis, warga masyarakat serta sejumlah wartawan, Aslina, Rabu (3/9) kemarin, di aula studio TV Sri Junjungan Televisi (SJTV) Bengkalis, mengisahkan kejadian ghaib yang dialaminya itu.
Menurut penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam Effendi, sejak tiga tahun lalu ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam Effendi berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan, karena waktu itu tekanan darah tinggi.
Namun pada Sabtu (26/8) tengah malam, kondisi anak sulung tiga bersaudara ini kritis, koma. Sang paman sempat memandunya membaca dua kalimat syahadat dan kalimat toyibah (Lailahailallah) sebanyak dua kali.
Waktu ajal menjemput, tutur sang paman, Aslina sempat melafazkan kalimat toyibah dan syahadat. Secara perlahan-lahan gadis yang bekerja sebagai honorer di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bengkalis ini tak bernafas. Tepat pukul 02.00 waktu Malaysia, indikator monitor denyut jantung terlihat kosong atau berupa garis lurus.
Tak pelak situasi ini membuat Rustam sedih, kemudian beberapa dokter MMC Malaka terlihat sibuk memeriksa dan mengecek kondisi Aslina. Waktu itu dia sempat menghubungi keluarnya di Bengkalis untuk memberitahu kondisi terakhir Aslina. Untungnya setelah dua jam ditangani dokter, monitor terlihat kembali bergerak yang menandakan denyut jantung gadis yatim ini berdenyut lagi. Untuk perawatan lebih lanjut, Aslina dimasukan ke ruang ICU dan baru dua hari dua malam kemudian ia dinyatakan melewati masa kritisnya.

Bertemu Sang Ayah
Menurut pengakuan Aslina, dia melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu, nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. "Rasanya sangat sakit, kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak,"tuturnya.
Setelah roh berpisah dengan jasad, dia menyaksikan orang-orang yang masih hidup dan jasadnya terbaring di tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke suatu tempat. Aslina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya yang sudah lama meninggal, bernama Hasan Basri. "Wahai ayahku bisakah aku bertemu denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah," ucapnya.
Memang di tempat itu Aslina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 tahun dengan wajah bersinar dan berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Aslina tetap ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian, kedua malaikat memperkenalkan bahwa pria muda tersebut adalah ayahnya. Tentunya dia tidak menyangka karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55 tahun.
Kemudian sang ayah bertanya kepada Aslina, maksud kedatangannya. Dia menjawab kedatangannya semata-mata memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh Aslina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di dunia. Namun Aslina menjawab bahwa dirinya ke sini, memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut rukun Islam satu persatu.
Setelah berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi membawa Aslina ke suatu tempat yang dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami dan dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah tersebut. Tidak hanya itu, Aslina juga bertemu dengan 1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya sama.
Di tempat itu, Aslina duduk di kursi yang sangat empuk. Bila di dunia empuk kursi tersebut seakan dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba sosok wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia bertanya kepada sosok wanita tersebut. "Saya adalah roh dan amal ibadah mu selama di dunia," kata wanita tersebut.
Kemudian Aslina ditemani amalnya (sosok wanita, red) dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk.
Tangan dan kaki dirantai sementara di atasnya memikul besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Aslina bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa hidupnya suka membunuh dan menyantet (teluh) orang.
Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan dagingnya mengelupas dari badan. Ternyata orang tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan menjelang ajal menjemput pun tak pernah menyebut sahadat.
Aslina juga melihat, dua pria saling membunuh dengan kapak. Menurut keterangan amalnya, rupanya orang tersebut suka menodong dan memeras orang lain.
Kemudian gambaran, seorang ustat yang dihantam dengan lahar panas yang mendidih. Kembali Aslina bertanya. Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri orang lain.
Kejadian berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang tersebut suka membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama di dunia.
Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan berkali-kali ke lantai. Di lantai tersebut terdapat pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya, hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama hidupnya wanita tersebut merupakan anak durhaka, yang tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu kepada orang lain.
Kisah tentang mati suri dan berbagai pengalaman ghaib yang dialami Aslina alias Iin (23), membuat heboh masyarakat Bengkalis, khususnya warga desa Pematang Duku, kecamatan Bengkalis, yang antara percaya dan tidak dengan cerita dalam mati suri itu. Berikut lanjutan kisah ‘perjalanan ghaib’ yang dituturkan Aslina Rabu silam di aula studio SJTV Bengkalis.
Menurut Aslina, setelah dirinya diperlihatkan dengan kejadian dan gambaran manusia, ia kemudian dibawa melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking gelapnya, dia tidak bisa melihat amalnya dan dua malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian sang amal menyuruhnya untuk cepat menangkap suara tersebut. Tapi Aslina tidak bisa menangkap. Tiba-tiba waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah dipegang ternyata rantai tersebut berupa tasbih sebanyak 99 butir.
Terdengar suara yang memerintahkan Aslina untuk berzikir selama dalam perjalanan. Dia berjalan lagi sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10 jam waktu di dunia. Ketika sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan membaca tulisan Arab, berbunyi ‘Husnul Khotimah’.
Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka’bah. Ketika melihat tulisan dan gambar Ka’bah seketika, dia dan amalnya tersenyum seraya mengucapkan Alhamdulillah.
Aslina mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian disapukan ke mukanya. Ketika malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang.

Nabi Muhammad
Setelah berjalan sekian jauh, dia mendengarkan suara azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia, namun bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat, roh Aslina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan 40 hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi di Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi ada pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi makan fakir miskin.
Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali diperlihatkan kejadian menakjubkan. Tiba-tiba cahaya ‘Husnul Hotimah’ yang ada di tangannya lepas, kemudian mengeluarkan api yang menerangi seluruh ruangan sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu dari balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah ganteng menyerupai malaikat, kulit langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam. "Raut muka seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan kepalanya. Tapi saya yakin sosok manusia tersebut adalah Nabi Muhammad," katanya.
Melihat peristiwa itu, lantas Aslina bertanya kepada malaikat dan amalnya. "Kenapa cahaya tersebut menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat.
Dan kenapa wajah Nabi bercahaya?" Dijawab bahwa Anda adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan.
Perjalanan tidak di situ saja, Aslina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang. Rupanya ketika dalam perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta dan berdoa minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta dihidupkan kembali agar bisa bertaubat. "Jarak Aslina dengan mereka hanya lima meter, namun tak bisa memberikan pertolongan," ujarnya.
Selama melihat kejadian itu, Aslina membaca Al Quran 30 juz, Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian membaca surat Yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Aslina berlari sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang sampai Marauke seraya menangis melihat kejadian tersebut.
Aslina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi pada dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta oleh malaikat untuk berzikir. Lamanya zikir yang dilakukan Aslina selama dua abad dan dua pertukaran zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada tanggal 31 Desember. Selesai berzikir, Aslina mendengar suara yang seperti ditujukan kepadanya.
"Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan.
Sampaikan kepada umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan.
Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku."

Kejadian Aneh
Usai pengambilan gambar dan wawancara, terdapat kejadian aneh di gedung SJTV Bengkalis. Saat itu, Aslina sudah keluar dari ruangan menuju gedung Radio Pemda yang berjarak 25 meter. Ketika krew SJTV hendak mematikan monitor, ternyata tak bisa dimatikan. Namun anehnya muncul sosok bayangan putih bertubuh tegap dengan rambut terurai hingga ke pusar dan kepalanya bertanduk. Tentunya hal ini membuat para krew dan orang-orang yang menyaksikan heran, lantas momen ini diabadikan pengunjung dan krew SJTV.
Setelah Aslina keluar dari ruangan Radio Pemda, ditanyakan apakah sosok tersebut. Dia menjawab bahwa sosok tersebut merupakan jin. Menutup pengalaman ghaib anak penakik getah itu, sang Paman Rustam Effendi kepada wartawan menyebutkan, selama ini Aslina merupakan sosok yang pendiam dan kurang percaya diri (PD). Namun setelah kejadian ini banyak hal-hal yang berubah, mulai dari penampilan hingga tingkah laku. Bahkan dari warna kulitnya saat ini lebih bersih dan berseri. Mengenai amalannya, "Selama ini dia memang rajin mengerjakan shalat tahajud dan membaca Al Quran setiap hari," kata sang paman menutup kisah tersebut. ***
——-
Adi Sutrisno,
Wartawan Riau Mandiri

sumber >>>>> www.dudung.net

semoga kisah ini bisa mempertebal keimanan kita. aminn

Wassalamu’alaikum  Senyum manis

Comments Off

Adab berpuasa dan solat terawih

Adab berpuasa dan solat terawih

Setiap orang yang mengerjakan puasa perlu
mematuhi beberapa peraturan dan adab yang boleh menyempurnakan ibadah
tersebut. Antara yang terpenting adalah:

1. Menjaga lidah daripada berdusta, mengumpat dan mencampuri  urusan orang lain yang tiada kena-mengena dengannya;

2. Memelihara mata dan telinga daripada melihat dan mendengar  perkara yang dilarang oleh syarak dan yang sia-sia;

3. Mengawal perut daripada merasai makanan dan
minuman yang haram atau yang mengandungi unsur syubhat terutama ketika
berbuka dan berusaha sedaya mungkin untuk menghasilkan pemakanan yang
halal lagi bersih.

Ulama silam pernah berpesan: “Apabila kamu berpuasa
maka perhatikanlah apa yang akan dijadikan makanan berbukamu dan di
manakah kamu akan berbuka?” Ia adalah panduan yang terbaik bagi
mengawasi diri daripada terjebak dengan unsur-unsur makanan yang tidak
halal;

4. Berusaha menjaga kesemua pancaindera dan anggota
tubuh badan daripada mendekati atau melakukan maksiat dan perkara yang
sia-sia. Dengan demikian ibadah puasanya akan suci dan sempurna.
Terdapat ramai yang memenatkan diri dengan berlapar dan berdahaga,
membiarkan diri terdorong kepada perlakuan dosa dan noda, kerana itu
puasanya rosak binasa dan keletihannya tidaklah berbaloi sebagaimana
maksud sabda Rasulullah s.a.w.: Ramai yang berpuasa tidak mendapat
ganjaran daripada puasanya melainkan lapar dan dahaga. (Riwayat
an-Nasaei)

Meninggalkan maksiat menjadi kewajipan kepada seluruh
orang Islam sama ada mereka sedang berpuasa atau tidak. Apatah lagi
bagi yang berpuasa, ia lebih dituntut dan diwajibkan. Sabda Rasulullah,
Puasa itu adalah ‘perisai’, sekiranya seseorang daripada kalangan kamu
sedang berpuasa janganlah dia bercakap kotor, melakukan keburukan dan
berbuat bodoh. Jika ada orang lain yang mengejinya atau cuba
memeranginya maka hendaklah dia katakan kepada orang itu: “Saya sedang
berpuasa.” (Riwayat Bukhari dan Muslim);

5. Jangan membanyakkan tidur pada siang harinya dan
makan pada malamnya, bahkan bersederhanalah pada kedua-duanya bagi
menyelami kejerihan lapar dan dahaga. Dengan demikian sanubarinya
terkawal, keinginan nafsunya kurang dan hatinya ceria. Itulah rahsia
dan intipati puasa yang perlu dicapai;

6. Jauhkan diri daripada mengikut dorongan nafsu
ketika berbuka dengan beraneka jenis makanan yang lazat-lazat.
Sebaik-baiknya adat makannya sama sahaja pada bulan puasa dan
bulan-bulan yang lain. Penggemblengan diri dalam mengurangkan tuntutan
jasmani dan keinginan perasaan memberikan kesan yang positif terhadap
kecerahan hati nurani yang amat dituntut terutama pada bulan Ramadan.

Mereka yang menjadikan keinginan nafsu perut sebagai
tunggangan akal ketika berbuka yang menyalahi kebiasaan pada
bulan-bulan lain sebenarnya terpedaya dengan pujukan iblis. Rayuannya
bertujuan menghilangkan barakah (berkat) ibadah puasa mereka, nikmat
limpahan ketenangan daripada Allah s.w.t., kekhusyukan diri ketika
bermunajat dan berzikir kepada-Nya.

Kenyang

Sepatutnya orang yang berpuasa mengurangkan kadar
pemakanannya sehingga terserlah kesan puasa itu kepada dirinya.
Kekenyangan adalah punca kelalaian, kealpaan, keras hati dan malas
untuk taat kepada Allah s.w.t..

Sabdanya: Takungan jelek yang dipenuhkan oleh manusia
adalah kantong perutnya, memadailah baginya beberapa suapan yang dapat
meneguhkan tulang belakangnya. Jika dia enggan maka berikanlah
sepertiga (bahagian perutnya) untuk makanan, sepertiga kedua untuk
minuman dan sepertiga terakhir bagi pernafasannya. (Riwayat Ahmad dan
at-Tarmizi)

Terdapat ulama yang mengungkapkan kata-kata berikut:
“Sekiranya perutmu kenyang anggota-anggota lain akan lapar (akan
menurut turutan nafsu) tetapi sekiranya perutmu lapar kesemua anggotamu
akan kenyang.”

As-Salaf as-Soleh (mereka yang terdahulu)
mengurangkan perkara kebiasaan dan dorongan diri serta memperbanyakkan
amal ibadat pada bulan Ramadan secara khusus bahkan itulah adat mereka
sepanjang masa;

7. Tidak menyibukkan diri dengan urusan duniawi pada
bulan Ramadan, bahkan mengambil kesempatan bagi beribadat kepada Allah
dan mengingati-Nya sebaik mungkin. Justeru, dia tidak melakukan perkara
duniawi melainkan sekadar keperluan hariannya atau kepada mereka yang
berada di bawah tanggungannya. Demikian yang selayaknya dilakukan pada
bulan Ramadhan yang mulia ini sama seperti pada hari Jumaat yang
sepatutnya dikhususkan bagi amalan akhirat;

8. Mempraktikkan amalan sunah seperti segera berbuka
apabila masuk waktunya, berbuka dengan buah tamar (kurma) dan jika ia
tiada memadailah dengan segelas air serta melambatkan makan sahur.

Nabi s.a.w. berbuka dahulu sebelum Baginda
mengerjakan solat Maghrib. Sabda baginda: Umatku sentiasa berada dalam
keadaan baik (berkat) selama mana mereka mempercepatkan berbuka
(apabila masuk waktunya) dan melambatkan makan sahur. (Riwayat Bukhari
dan Muslim);

9. Menyediakan makanan berbuka kepada orang yang
berpuasa sekalipun dengan beberapa biji tamar atau segelas air. Sabda
baginda s.a.w.: Sesiapa yang menyediakan makanan berbuka bagi orang
yang berpuasa baginya ganjaran seumpama pahala orang yang berpuasa
tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya (orang yang berpuasa). (Riwayat
al-Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah)

10. Memenuhi malamnya dengan amalan sunat seperti solat terawih,  witir dan sebagainya.

Adalah dinasihatkan kepada para imam supaya tidak
mempercepatkan solat terawihnya seperti mana amalan kebiasaan di masjid
dan surau.

Perbuatan tersebut menjejaskan mutu ibadat solat
tersebut kerana meninggalkan ‘wajib-wajib’ solat seperti meninggalkan
tomakninah semasa rukuk dan sujud, mencacatkan bacaan al-Fatihah
sebagaimana sepatutnya lantaran ingin kecepatan dalam mengejar waktu
sehingga menyebabkan makmum di belakang tertinggal rukun-rukun penting
dalam solatnya. Amalan terawih seperti itu adalah tidak sempurna dan
berkurangan pahalanya.

Oleh itu berwaspadalah terhadap cara demikian dengan
kembali mengamalkan ibadah solat seperti waktu-waktu lain,
menyempurnakan kiam, bacaan al-Fatihah, rukuk, sujud, khusyuk, hadir
hati dan semua peradaban solat dan rukunnya.

Bagi makmum pula disyorkan supaya sentiasa bersama
imamnya sepanjang solat terawih itu sehinggalah selesai sama ada 20
rakaat ataupun lapan rakaat. Sabda Rasulullah s.a.w., Apabila seseorang
menunaikan solat bersama imamnya sehinggalah imam itu (selesai dan)
beredar, dikirakan untuknya (makmum) pahala kiam semalaman. (Riwayat
an-Nasaei)

Comments Off

Thr

"997" adalah angka yang bermakna bagi kita berdua…. angka yang berarti 9 September 2007 dimana kita ucapkan janji untuk serius meniti masa depan . Dan kita ucapkan semuanya di Depan Masjid Istiqlal Jakarta. Sungguh indah…. Subhanallah
Namanya Tri Apriyani … kelahiran tahun 1986 dan masih kuliah di Univ. Budi Luhur jurusan Akutansi Ekonomi …InsyaAllah dia lulus 2 tahun lagi. Dia keluarga Jawa (Jogyakarta-Purwokerto).Imut imut …trus manja banget…. aku panggil dia "ade"…kadang "dede" …. Sayang banget ma…dia…dia cewek yang InsyaAllah terbaik u aku. Perhatian dan berkepribadian lembut….. . Doain ya…sobat2 …semoga …dialah yang terbaik untukku.

Loading

Random Testimonial

  • ~ Bu Tuti & Bu Novi- Rumahteduh.com

    bututi"dimas...thanks ya dah bantu kami membuatkan website & memasarkan kerajinan tangan kami . semoga makin sukses"

  • ~ Pildasi – Web Designer

    Pildasi Batubara"Saya rekan dimas dulu, dimas seorang pekerja keras dalam membuat website client2nya ....,maju terus sobat mari terus majukan teknologi dan teruslah berkarya selama kita bisa,. kapan nih duet mau."

  • ~ H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA – Ketua Umum Yayasan Muntada Ahlil Quran(www.muntadaquran.net)

    th"Saya kenal dimas...seingat saya di penghujung tahun 2008 lalu...sejak saat itu silaturrahim saya terus terjalin dengannya walau hanya di dunia maya...seorang yang 'berambisi' untuk meraih ganjaran terbaik dari Allah SWT, yaitu surga-Nya, terbukti di sela-sela kesibukannya...selalu banyak membantu orang lain...saya www.hajimurah.com dan lembaga saya www.muntadaquran.net adalah diantara ajang 'pelampiasan' Dimas untuk bisa beramal shalih... masih banyak tentang kebaikan Dimas...tapi kalo semua saya tulis di sini nanti Dimas jadi GR....wassalam, Taufik Hamim"

  • ~ Dani – Manager IT PT.Exer Indonesia

    dani"Kami minta tolong Dimas untuk membuatkan beberapa website Perusahaan. Alhamdulillah website dibuat dari NULL dan semua berjalan hingga sekarang. Tak ada kata selain mantab dan"

  • Read more testimonials »

Sedang Istirahat Coding

Maaf saat ini saya sedang FULL JOB , jadi tidak dapat handle project pembuatan website lagi


Terima Kasih

Donasi & Pembayaran

  • BCABCA
    no.rek 4760733496 an Muhammad Dimas Sasongko,ST
  • Bank MANDIRIBank Mandiri
    no.rek 155-00-0269064-5 an Muhammad Dimas Sasongko,ST
  • BRIBRI
    no.rek 0392-01-001350-50-0 an Muhammad Dimas Sasongko,ST
  • Via Paypal: mdimassasongko@gmail.com

Advertise

Alexa Traffic

Recent Post